News Update :

BUDIDAYA

Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan

TEMUAN BARU INDOCRES NEON ACEH ASLI DARI TANAH GAYO

Senin, 09 Februari 2015

Indocres Neon Aceh | Awan Muis Bentoo
Saat ini, jenis Giok yang tengah booming di kalangan pecinta batu mulia ini adalah Giok Indocrase Neon, Giok Merah, dan Giok Kuning, ketiga jenis tersebut hanya ada di Kabupaten Aceh Tengah tepatnya di Lumut dan Gemboyah.
“Ke-3 jenis Giok ini paling dicari saat ini, dan hanya ada didaerah kita, kolektor dari Geudong Lhokseumawe, Nagan Raya dan Sungai Dareh Sumatera Barat banyak yang datang kesini, mereka tau aturan Pemerintah kita belum ada, sehingga mereka bawa alat canggih dan tenaga ahli kesini untuk mengeruk kekayaan batu Giok kita, masa kita hanya tinggal diam,” tanya Edi Tebe seorang Kolektor dan pecinta Batu Giok.
Menurutnya, selain paling banyak dicari harga ke-3 jenis batu Giok ini juga terbilang sangat tinggi, karena mempunyai karakter yang tidak terdapat di jenis Giok lainnya. Dan yang perlu diketahui, meski Giok dikawasan Gayo saat ini masih, namun jika dicari secara terus-menerus kemungkinan saat ini Giok Gayo juga sudah menipis.

Tanya: Kenapa batu ini dinamakan Idocrase Neon?  

Jawab: Idocrase Neon adalah 1 jenis varian unggulan dari Idocrase Aceh yang mempunyai titik api didalam batu tersebut. Neon hanya ditemukan pada idocrase edisi pertama aceh & info lengkap ada di majalah Gemstone maret 2014.

Tanya: Apa ciri-ciri utama batu Idocrase Neon? 

Jawab: Ciri fisik berwana kuning jernih terang dan sedikit berbias hijau. Batu ini secara visual mirip kapsul minyak ikan.

Tanya: Saya baru beli yang diakui Seller sebagai Idocrase Neon Aceh tapi kok warnanya putih?  

Jawab: Dasar proses Neon itu adalah daging putih dan bisa bermetamorfosis atau berubah warna tetapi yang perlu diketahui hanya produk Idocrase edisi ke-1 lah yang bisa seperti itu tidak untuk produk keluaran setelah itu. Tapi batu Idocrase Neon Aceh tetap menjadi buruan para kolektor batu mulia.

Tanya: Apa beda Idocrase Neon dan Idocrase Solar?

Jawab: Idocrase Neon berwarna kuning kehijauan keemasan (seperti warna kunang kunang) sedangkan Idocrase Solar berwarna seperti minyak solar tetapi tetap dalam 1 keluarga varian idocrase.

Tanya: Kok harganya mahal?

Jawab: Harga itu relatif karena kualitas Neon tidak ada tandingannya hingga saat ini. Bila Anda menginginkan batu yang cantik dan berkualitas tinggi, maka bersiap-siaplah merogoh kocek Anda semakin dalam..
Indocres Neon Aceh | Awan Muis Bentoo

Indocres Neon Aceh | Awan Muis Bentoo
Inilah Indocres Neon Aceh  Yang Saya Punya (Awan Muis Bentoo), Untuk Koleksi Lainnya Silahkan Kunjungi Batu Mulia Samudera Pasai

Batu Mulia dan Batu Akik Samudera Pasai | Gampoeng Asan Geudong

Rabu, 21 Januari 2015

Tgk. Kayi sedang melayani penghobi batu
Beberapa pemuda dan anak-anak ikut memperhatikan proses pembuatan batu akik tersebut. Sekilas tidak ada yang istimewa dari batu-batu itu, nyaris sama dengan batu akik kebanyakan. Hanya saja batu akik Samudera Pasai didapat dari dalam tanah.

Pengelola usaha tersebut menggali tanah yang diduga merupakan lokasi sisa kerajaan terdahulu. Selain batu akik, pengelola yang juga pemilik lahan juga kerap menemukan pecahan mangkuk atau piring yang terbuat dari keramik serta barang lainnya. Temuan itu diduga kuat berasal dari sisa-sisa kerajaan Samudera Pasai.


Yusrizal sedang mengasah batu
Usaha pembuatan batu akik itu berada di Gampong Asan, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Berjarak beberapa ratus meter dari Makam Sultan Malikussaleh.

Gubuk sederhana punya Tgk. Kayi ini terbuka berukuran 2x3 meter itu berada di bawah rimbunan pohon jambu dengan jarak sekitar 200 meter dari jalan pusat Keude Geudong menuju jalan Malikussaleh. Usaha kecil itu berjalan dengan omset puluhan juta setiap bulannya.






Yusrizal sedang mengilatkan batu
Di depan gubuk terdapat sebuah rak kaca yang ditempatkan untuk memajang batu akik yang telah jadi. Mulai ukuran kecil, sedang hingga besar. beberapa di antaranya sudah diikat menjadi cincin siap pakai untuk ukuran jari dewasa.

“Pembuatan batu akik ini sudah berjalan hampir 6 tahun. Saya (Awan Muis Bentoo) dan teman saya merupakan penghobi yang rencananya akan membeli batu Rubi dan Garnet, sedangkan usaha ini milik Tgk Kayi, yang pagi harinya juga mengajar di SDN 12 Samudera Gampoeng Asan Samudera . Jika ada kunjungan pendatang atau penziarah dari luar negeri khususnya Malaysia, omset penjualan di atas Rp 2,5 juta per harinya. 

Awan Muis Bentoo pembeli batu
“Di sini hanya kita sediakan batu akik kelas menengah ke bawah dengan harga di bawah Rp 500 ribu. Sedangkan batu akik kelas atas dengan harga Rp 500 ribu – Rp 20juta, kita membawa ke pameran atau dipasarkan oleh agen.

Yusrijal menambahkan, dari ribuan batu akik yang ditemukan di dalam tanah, terdapat juga batu mulia.
“Ada yang berwarna oranye jenis tourmaline, sedangkan yang merah merupakan delima siam dan yang agak merah jambu ini namanya Rubi Mulia, dan yang berwarna campuran abu-abu kehitaman itu jenis garnet,” tukasnya sambil menunjukan batu mulia miliknya.[]



Dibawah Ini adalah koleksi Batu saya dari Samudera Pasai












Tampil di Mata Najwa, Ini Pesan Menteri Susi untuk Anak Muda Aceh

Jumat, 19 Desember 2014

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti punya pesan khusus untuk anak muda Aceh yang punya kebiasaan minum kopi di warung hingga berlama-lama. “Kalau sehari ngopi tiga jam, bisa satu jam saja, dua jamnya dipakai untuk bekerja,” kata Menteri Susi dalam acara talkshow Mata Najwa yang dibuat di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh sore tadi, Jumat 19 Desember 2014. 

Menteri yang dikenal nyentrik ini juga membandingkannya dengan pola hidup masyarakat di sejumlah negara maju yang sistem perekonomiannya sangat stabil. Negara-negara tersebut seperti Jepang, Inggris dan Jerman, dikenal memiliki etos kerja yang baik. 

"Generasi mudanya sangat senang minum kopi di luar," 

katanya sambil tertawa. Selain itu Menteri Susi juga mengatakan jika momen 10 tahun tsunami ini harus menjadi momentum untuk kebangkitan Aceh. Ia mengatakan Aceh mempunya potensi yang sangat besar, Menteri Susi mencontohkan hanya dari hasil lobster di Simeulue saja bisa menghasilkan Rp15-20 miliar pertahunnya. "Belum lagi dari gasnya," ujarnya.

Menteri Susi Pudjiastuti sore tadi menjadi salah satu dari empat narasumber yang dihadirkan dalam program Mata Najwa di Banda Aceh. Tiga narasumber lainnya yaitu mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, ekonom Faisal Basri dan penyanyi Tompi.[Awan Muis Bentoo] 

Syuting Mata Najwa di Aceh, Menteri Susi Berjilbab


PROGRAM Mata Najwa sebagai bagian dari Metro TV On Campus yang digelar di AAC Dayan Dawood sore ini, Jumat, 19 Desember 2014, menghadirkan empat narasumber: Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Ketua Tim Reformasi dan Tata Kelola Migas Faisal Basri, Penyanyi Tompi, dan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti. Menariknya, Menteri Susi hadir di panggung dengan mengenakan jilbab hitam. Begitu juga host Najwa Shihab tampil dengan jilbab. "Setuju gak? Ibu Susi dan Mbak Najwa terlihat lebih cantik dengan jilbab?," kata seorang penanya yang disambut teriakan penonton yang lain. Acara ini juga disiarkan secara live oleh situs Unsyiah.ac.id. Klik di sini untuk menonton tayangannya awanmuisbentoo.blogspot.com

Awan Muis Bentoo Profil

Jumat, 28 November 2014


               Awan Muis Bentoo


Acara Yudisium Mahasiswa Politeknik Lhokseumawe

Awan Muis Bentoo
Awan Muis Bentoo

Awan Muis Bentoo

Awan Muis Bentoo

Awan Muis Bentoo

Awan Muis Bentoo

Awan Muis Bentoo

Awan Muis Bentoo

Awan Muis Bentoo

Awan Muis Bentoo

Awan Muis Bentoo

Awan Muis Bentoo


Awan Muis Bentoo

Awan Muis Bentoo

Awan Muis Bentoo

Awan Muis Bentoo

Awan Muis Bentoo

Awan Muis Bentoo

Awan Muis Bentoo
Awan Muis Bentoo

TANAMAN MURBEI (Morus alba L)

Sabtu, 18 Oktober 2014

Pertama kali saya mengenal tanaman ini saat berkunjung di taman rekreasi Rembangan, Jember kurang lebih 30 tahun yang lalu pada saat masih duduk di bangku sekolah dasar.  Entah sekarang, tanaman yang ditanam di lereng bukit rembangan itu masih ada atau tidak.  Beberapa hari yang lalu saat berkunjung ke rumah teman saya melihat tanaman ini berjajar di sepanjang jalan makadam menuju rumahnya.  Tentu saja saya tidak melewatkan mencicipi buahnya yang merah keunguan dan rasanya masam manis.

Dikenal sebagai tanaman murbei atau white mulberry yang bernama latin Morus alba L, selain popular sebagai makanan ulat sutra tanaman ini ternyata banyak khasiatnya.  Ekstrak kulit kayu pada akarnya mempunyai zat aktif kuwanon G yang bersifat antibakteria dan mengandung albanol Ayang sedang diteliti untuk mengobati penyakit leukemia.  Selain itu mulberrosida A dan moracin Mdari kulit akarnya bersifat hipoglikemik (menurunkan glukosa darah) dan dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah.  Ekstrak ethanol dari daunnya juga dapat mengurangi kerusakan pembuluh darah pada penderita diabetes.  Bahkan lalapan daun murbei ini dipercaya bisa meningkatkan produksi ASI.  Di India, daunnya dipakai untuk menetralkan racun ular.  Tau sendiri kan, orang India suka mainan ular kobra.  Sedangkan jus buahnya dipercaya dapat mengobati hepatitis kronis, kurang zat besi, tekanan darah tinggi, dan lemah jantung.  Tapi untuk khasiat buahnya ini belum dibuktikan secara ilmiah, baru bukti empiris aja alias statusnya masih sebagai jamu atau ramuan tradisional.  Ayo, siapa yang mau meneliti khasiat lain dari tanaman asli Cina selatan ini?

Hari Ikan Nasional

Selasa, 04 Februari 2014

Tahun 2014 Kini Indonesia bertambah satu hari maritim nasional, HARI IKAN NASIONAL, yang jatuh pada tanggal 21 November, bersamaan dengan Hari Perikanan Dunia (World Fisheries Day).


Peringatan itu tertuang dalam Keputusan Presiden RepublikIndonesia Nomor 3 Tahun 2014 tentang Hari Ikan Nasional.

Disebutkan dalam Kepres, sebagai Negara Kepulauan, Indonesia memiliki potensi perikanan yang perlu dimanfaatkan secara optimal dan lestari.

Lebih lanjut, dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dan mendukung ketahanan pangan dan gizi nasional, perlu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein berkualitas tinggi.

Meski tanggal 21 November ditetapkan sebagai Hari Ikan nasional, tapi bukan termasuk hari libur. 




Follow Twitter Kami: @AquacultureINF1 

HIMPUNAN MAHASISWA PERIKANAN INDONESIA (HIMAPIKANI) WILAYAH I (REGIONAL SUMATERA)

Kamis, 16 Januari 2014

 
HIMAPIKANI WILAYAH I beranggotakan Sekolah Tinggi, Politeknik, dan Universitas di 10 Provinsi di Pulau Sumatera yang mempunyai program studi, jurusan, fakultas, atau sekolah tinggi yang bergerak di bidang perikanan.
Saat ini anggota tergabung di HIMAPIKANI WILAYAH I Periode (2012-2014), yaitu:
  • Universitas Malikussaleh (Aceh Utara/ Anggota Tetap)
  • Universitas Abulyatama (Aceh Besar/ Angota Tetap)
  • Universitas Riau (Pekan Baru/ Anggota Tetap)
  • Universitas Islam Riau (Pekan Baru/ Anggota Tetap)
  • Universitas Bung Hatta (Padang/ Anggota Tetap)
  • Universitas Muhammadiyah Palembang (Palembang/ Anggota Tetap)
  • Universitas Sriwijaya (Palembang/ Anggota Tetap)
  • Universitas Lampung (Lampung/ Anggota Tetap)
  • Universitas Teuku Umar (NAD)
  • Universitas Al-muslim (NAD)
  • Universitas Dharmawangsa (Sumut)
  • Universitas Sumatera Utara (Sumut)
  • Politeknik Tanjung Balai (Sumut)
  • Universitas Maritim Raja Ali Haji (Kep. Riau)
  • Universitas Bengkulu (Bengkulu)
  • Universitas Bangka Belitung (Kep. Babel)
  • Universitas Batang Hari (Jambi)
  • Universitas Muaro Bungo (Jambi)
  • Universitas PGRI Palembang (Sumsel)
  • Universitas Islam OKI (Sumsel)
  • Universitas Gajah Putih (NAD)
*mohon kirimkan info ke himapikaniwilayahsatu@yahoo.co.id apabila masih terdapat Sekolah Tinggi, Politeknik, dan Universitas di Pulau Sumatera yang bergerak di bidang perikanan namun belum terdaftar di atas.
Follow Twitter Kami: @AquacultureINF1 dan @HIMAPIKANI

Udang Jagoan dari Serambi Mekah (ACEH) Udang Lambouh

Rabu, 15 Januari 2014

Udang lambouh tetap bertahan hidup walaupun positif terserang white spot

Tanah surga, itulah Indonesia. Meski tak henti dirundung bencana, tapi tak habis-habis kekayaan alamnya. Satu diantara harta tersebut adalah udang lambouh yang ditemukan di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Udang bernama latin Penaeus spp ini banyak dijumpai di perairan pantai barat bumi Serambi Mekah itu. Udang ini biasanya muncul musiman sekitar September – Maret sehingga masih terhitung langka.
Secara fisik, udang lambouh adalah udang yang menyerupai udang windu. Mulai dari rostrum, hepatic carina, morfologis, dan bagian tubuh lainnya. Tapi sifat dan warnanya mirip udang vannamei. Udang ini aktif di malam hari, memiliki sifat kanibalisme (penyerang sesama), serta hidup dan mencari makan di dasar perairan. Warna tubuh dan antenanya polos tidak berbelang serta kaki renangnya merah. Untuk ukuran, lebih besar dari vannamei.
Kepala Balai Budidaya Air Payau Ujung Batee Aceh, Coco Kokarkin kepada TROBOS mengatakan, dengan kondisi tersebut, nantinya lambouh diharapkan bisa mensubtitusi pasar udang vannamei  dari segi warna  dan windu dari segi tekstur daging. Lagipula menurut Coco, harga jual udang lambouh lebih tinggi Rp 2.000 – Rp 9.000 per kg dari harga windu.
Kabar baiknya lagi, udang lambouh ditengarai lebih sakti dibandingkan udang windu. Udang lambouh tahan terhadap serangan penyakit momok petambak, white spot. Lambouh juga bisa tumbuh lebih cepat dari windu. Karena itu menurut Coco, lambouh bisa menjadi solusi bagi para petambak udang tradisional di Aceh yang kerap didera virus white spot. “Karena lambouh adalah udang windu super, kelak udang ini merupakan udang penyangga yang bisa menyelamatkan petambak,” tuturnya.

Daya Tahan dan Pertumbuhan Baik
Lebih jauh, Coco menerangkan tentang udang lambouh. Udang yang 85 % memiliki kesamaan dengan udang windu ini oleh masyarakat Aceh dikenal memiliki daya tahan dan pertumbuhan yang baik di tambak tradisional. Ketahanan tubuh udang lambouh dalam menghadapi penyakit cukup tinggi.
Coco mencontohkan, jika dilakukan percobaan dengan memasukkan indukan udang windu dan lambouh yang terkena white spot ke dalam bak masing-masing sebanyak 24 ekor, maka yang terjadi udang windu akan mati semua. Sedangkan udang lambouh 100 % akan tetap bertahan hidup walaupun positif terserang white spot hingga 2 bulan ke depan.
Senada dengan Coco, Pelaksana Pembenihan Udang Lambouh periode 2010, Ibnu Sahidir mengatakan, ketahanan tubuh udang lambouh yang terkena white spot bahkan bisa sampai umur ketika udang tersebut akan diafkir  atau hingga umur 3 bulan. Kelebihan lain dari udang lambouh,  tekstur dagingnya lebih bagus dan kenyal dibanding jenis udang lainnya. 
Selain itu menurut Coco, tanpa diablasi (pemotongan organ mata) udang akan bertelur secara alami. Terlebih Coco mengatakan indukannya bisa dipakai hingga 5 bulan, sementara kalau indukan udang windu dalam waktu  2 minggu setelah dipakai bertelur maka dia akan mati. Ia menerangkan jika udang lambouh ini diablasi maka setiap 3 hari sekali udang tersebut akan bertelur. Ibnu pun menambahkan untuk satu indukan udang lambouh mampu menghasilkan 80 – 250 butir telur. @AWAN_INDONESIAN

Contoh Laporan Lengkap Teknik Pembesaran Ikan Arwana di BBAT Jambi

Jumat, 28 Juni 2013



Laporan Praktek Kerja Lapang
TEKNIK PEMBESARAN CALON INDUK IKAN ARWANA (Scleropages formosus) DI BALAI BUDIDAYA AIR TAWAR (BBAT) JAMBI






AWAN
090330071






Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Perikanan Jurusan
Budidaya Perairan Pada Fakultas Pertanian
Universitas Malikussaleh











FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
ACEH UTARA
2012






PENGESAHAN PRAKTEK KERJA LAPANG

Judul               : Teknik Pembesaran Calon Induk Ikan Arwana (Scleropages       formosus) Di Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Jambi
Nama               : Awan
Nim                 : 090330071



Disetujui Oleh,



Ketua Program Studi Budidaya Perairan
Fakultas Pertanian
Universiatas Malikussaleh                                        Dosen Pembimbing




Erniati, S.si., M.si                                               Erlangga, S.pi., M.si
Nip: 197705032000212003                                 Nip. 1982204182008121002

Tanggal Lulus Ujian :……………………………2013




RINGKASAN
AWAN (090330071). Teknik Pembesaran Calon Ikduk Ikan Arwana (Scleropages formosus) Di Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Jambi. Dibawah bimbingan Erlangga, S.Pi., M.Si.
Ikan arwana merupakan suatu komuditas perikanan yang menjadi kebanggaan Indonesia, hal ini dikarenakan Indonesia adalah salah satu Negara yang memiliki populasi ikan arwana terbesar di dunia. Keunggulan arwana terdapat pada warna dan bentuk tubuh serta gerakan yang menarik, hal inilah yang membuat ikan arwana memiliki nilai jual tinggi. Habitat asli ikan arwana adalah kebanyakan dari sungai dan danau.
            Dikalangan masyarakat menengah keatas, terutama di Negara kawasan Asia, ikan arwana bisa dikatakan sebagai ikan hias nomor satu yang paling digemari. Penyebabnya selain keindahan fisiknya, ikan ini diyakini dapat mendatangkan keberuntungan bagi pemiliknya. Bahkan dalam tradisi masyarakat Cina, ikan arwana sering dijadikan sebagai lambing kemakmuran.
            Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan pada tanggal 24 juli 2012 samapai 15 agustus 2012 di Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Jambi. Tujuan praktek kerja lapang ini bertujuan unuk mengetahui  teknik pembesaran calon induk ikan arwana (Scleropages formosus) dan kendala-kendala pada saat pembesaran calon induk serta penanganan calon induk ikan setelah panen dengan metode observasi langsung dilapangan yang meliputi beberapa tahap yaitu persiapan wadah, bahan, dan alat, pemisahan benih dari induk, pemberian pakan dan pemeliharaan.
            Pembesaran calon induk pada Praktek Kerja Lapang ini dipelihara didalam akuarium yang berukuran P60 cm x L50cm dengan ketinggian air 20cm, yang dilengkapi dengan aerator. Tingkat kelulusan hidup (SR) calon induk arwana mencapai 100% pada akhir praktek kerja lapang, sehingga pembesaran calon induk ikan arwana sangat baik dilakukan dengan padat tebar 1 ekor per akuarium. Kendala yang sering terjadi yaitu sangat mudah diserang bakteri jika tubuh ikan tersebut ada luka. Untuk pengukuran kualitas air yaitu suhu 25-27 OC, pH 7-7.7 dan DO 3.0-4.3.



KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim                                                                          
 Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, atas limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan laporan Praktek Kerja Lapang ini dengan judul “Teknik Pembesaran Calon Induk Ikan Arwana (Scleropages formosus) di Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Jambi”. Laporan Praktek Kerja Lapang ini dikerjakan demi memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana Perikanan di Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh. Penulis menyadari bahwa  Laporan Praktek Kerja Lapang ini bukanlah salah satu tujuan akhir dari belajar karena belajar adalah sesuatu yang tidak terbatas.      Terselesaikannya Laporan Praktek Kerja Lapang ini tentunya tak lepas dari dorongan dan uluran tangan berbagai pihak. Oleh karena itu, tak salah kiranya bila penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.   Keluarga besar tercinta, yang paling teristimewa untuk Ayahanda dan Ibunda tercinta yang telah memberikan dukungan moril, materil, serta tidak pernah lupa mendoakan kepada penulis dalam melaksanakan Praktek Kerja Lapang hingga selesainya laporan.
2.   Bapak Erlangga, S.Pi, M.Si. selaku dosen pembimbing penulis dalam menyelesaikan laporan praktek kerja lapang yang dengan sabar telah meluangkan waktu untuk membimbing dan mengarahkan penulis.
3.   Ibu Erniati, S,Si, M.Si. selaku Kepala Program Studi Budidaya Perairan.
4.   Semua dosen Program Studi Budidaya Perairan yang telah memberikan arahan dan semangat kepada penulis.
5.   Bapak Ir. H. Mimid Abdul Hamid, M. Sc, selaku Kepala Balai Budidaya Air Tawar Provinsi Jambi, yang telah menerima kami untuk melaksanakan Praktek Kerja Lapang ini.
6.   Ibu Nurul Trijayanti S.P.i selaku pembimbing lapangan yang telah memberikan segala bimbingan, bantuan, arahan dan masukan  kepada penulis selama Praktek Kerja Lapang hingga selesainya laporan.
7.   Sabahatku (Abah, Ali, Adit, Aidil, Amal, Agus, Alkhiar, Idris, Ganjar, Iref, Mas Wahyu yang telah membantu penulis dilapangan) dan teman-teman Semua pihak yang telah banyak membantu penulis yang tidak bisa penulis sebutkan. Terima kasih banyak, Semoga Allah SWT membalas kebaikan dan ketulusan semua pihak yang telah membantu menyelesaikan laporan ini.
Penulis menyadari bahwa laporan Praktek Kerja Lapang ini masih banyak terdapat kekurangan. Maka dengan rendah hati penulis mengharapkan kepada semua pihak untuk sudi kiranya memberikan kritik dan saran serta masukan yang membagun demi kesempurnaan laporan praktek kerja lapang ini. Semoga laporan praktek kerja lapang ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi banyak pihak demi kemaslahatan bersama serta bernilai ibadah di hadapan Allah SWT. Amien.

Aceh Utara, April 2013
  Awan



DAFTAR ISI


                                                                                                                  Halaman                                                                           
KATA PENGANTAR 
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR  
DAFTAR LAMPIRAN
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
2.      Tujuan Praktek Kerja Lapang
3.      Manfaat Praktek Kerja Lapang

TINJAUAN PUSTAKA
1.      Klasifikasi dan Morfologi
2.      Habitat dan Penyebaran
3.      Pakan
4.      Penyakita dan Penanggulangan
5.      Parameter Kualitas Air
a.       Suhu
b.      Derajat Keasaman (pH)
c.       Oksigen Terlarut (DO) 

METODOLOGI 
1.      Waktu dan Tempat
2.      Alat dan Bahan 
3.      Metode Praktek Lapang
4.      Metode Kerja
                            a.      Persiapan 
                           b.      Pemeliharaan Benih atau Calon Induk (Pembesaraan) 
                            c.      Pengamatan Pertumbuhan Ikan
                           d.      Pengukuran Kualitas Air
                            e.      Pemantauan Kesehatan Ikan

HASIL DAN PEMBAHASAN
1.  Keadaan Umum BBAT Jambi
a.  Lokasi BBAT Jambi
b.     Sejarah Berdirinya BBAT Jambi
c.     Struktur Organisasi
d.    Sarana
e.     Hatchery
f.      Perkolaman
g.     Laboratorium
h.     Jaringan Listrik
i.       Gedung
j.       Visi dan Misi BBAT Jambi
k.     Tujuan dan Sasaran

2.   Pembesaran Ikan Arwana
                               a.     Persiapan
                              b.   Pemeliharaan Benih (Pembesaran)
                               c.   Pengamatan Pertumbuhan Ikan
                              d.   Pengukuran Kualitas Air 
                               e.   Pemantauan Kesehatan Ikan

KESIMPULAN DAN SARAN
1.     Kesimpulan
2.     Saran

DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR LAMPIRAN






PENDAHULUAN




1. Latar Belakang
Ikan Arwana merupakan ikan yang berasal dari daerah subtropis dan tropis, sehingga Ikan Arwana banyak di temukan di Indonesia, Malaysia, Vietnam, Birma, Thailand. Habitatnya adalah sungai - sungai besar dengan arus yang cukup deras. Arwana yang ditangkap liar sekaran sudah sangat jarang sekali. Jumlah Budidaya Ikan Arwarna yang menurun drastic, apalagi dengan keadaan banyaknya polusi air seperti sekarang. Arwana yang beredar sekarang dipastikan merupakan hasil dari pembibitan Budidaya Arwana dan Budidaya Ikan Arwana yang dilakukan para pengusaha pembibitan yang sudah teruji mutu dan kualitas gennya.
Ikan arwana (Scleropages formosus) merupakan salah satu komoditas ikan hias air tawar yang bernilai ekonomis tinggi karena banyak diminati oleh konsumen dalam negeri maupun luar negeri dengan harga yang relatif mahal. Pemanfaatan ikan ini umumnya untuk dipajang dalam akuarium sebagai sarana hobi.
Kegiatan koleksi dan domestikasi Ikan arwana (Scleropages formosus) di BBAT Jambi dimulai pada bulan Agustus 1999 dengan mendatangkan benih ikan arwana Muaro Tebo, provinsi Jambi, dengan ukuran awal 6-7 cm. Benih tersebut dipelihara sampai menjadi induk. Pada periode tahun 2002-2008, telah dapat dihasilkan benih arwana filial pertama (F1) dan Filial kedua (F2).
Potensi pertumbuhan arwana cukup besar, terutama dengan pemberian pakan berkadar protein tinggi. Pertumbuhan arwana di akuarium mencapai 60 cm, sedangkan di alam mencapai lebih dari 90 cm. Jenis arwana asal Amerika Selatan dapat tumbuh hingga 270 cm.
Budidaya ikan arwana telah dilakukan dibeberapa tempat di Indonesia, namun dalam proses pengembangannya masih menemui kendala, karena keterbatasan ilmu pengetahuan dalam masalah pembesaran. Oleh karena beberapa hal tersebut di atas saya termotivasi untuk mengambil judul tentang Teknik Pembesaran Ikan Arwana (Scleropages formosus).
2. Tujuan Praktek
Secara umum tujuan praktek Praktek Kerja Lapang adalah untuk mengetahui teknik-teknik dalam pembesaran ikan arwana di BBAT Jambi. Adapun secara khusus Praktek Kerja Lapang tersebut bertujuan untuk:
v  Menguasai dan memahami tentang teknik pembesaran ikan arwana di BBAT Jambi.
v  Dapat meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan dalam bidang pembesaran ikan arwana di BBAT Jambi khususnya.
3. Manfaat Praktek Kerja Lapang
Dengan adanya kegiatan Praktek Kerja Lapang, maka secara umum manfaat yang diperoleh dari Praktek Kerja Lapang yaitu dapat memberikan sumber informasi bagi yang membutuhkan. Secara khusus Praktek Kerja Lapang ini bermanfaat :
v  Bagi mahasiswa dengan adanya Praktek Kerja Lapang ini dapat menambah wawasan pengetahuan tentang dunia perikanan dan perairan.
v  Bagi Lembaga (Fakultas) dengan adanya Praktek Kerja Lapang ini, Fakultas telah dapat menyediakan informasi keadaan Perairan dan usaha Perikanan kepada pihak-pihak yang membutuhkan informasi Perikanan dan Perairan.
v  Bagi pemerintah setempat dengan adanya Praktek Kerja Lapang ini, pemerintah setempat telah terbantu dalam mendapat potensi sumber daya manusia bidang perikanan.





TINJAUAN PUSTAKA

1.  Klasifikasi dan Morfologi
Berdasarkan klisifikasi yang di temukan oleh Weber, M dalam Apin (2004), ikan Arwana di klasifikasikan sebagai berikut:
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
Sceloropages formosus








Gambar 1. Morfologi Ikan Arwana (Scleropages formosus)

Arwana termasuk ikan endemik Indonesia. Para hobiis dan penangkar Arwana mengenal spesies ini dengan sebutan lain. Tubuh Arwana umumnya memanjang dengan warna gelap pada bagian punggung. Daerah hulu sungai besar yang berair tenang dan jernih dengan derajat keasaman air  (pH) lebih dari 6 merupakan habitat favorit bagi Arwana. Kadang-kadang, Arwana juga ditemukan di sungai yang mengalir deras. Jenis ini juga termasuk tipe mouth brooder yang melindungi telur dan juvenil-nya di dalam mulut (Sudarto, 2003).
Arwana merupakan ikan perenang atas (surface feeder), ditunjukkan oleh betuk mulut. Di alam mereka berenang di dekat permukaan untuk berburu mangsa. Arwana dapat menerima segala jenis pakan untuk ikan karnivora, tetapi seringkali mereka jadi sangat menyukai salah satu jenis pakan saja, dan menolak jenis lainnya. Sebagai ikan peloncat, arwana di alam bisa menangkap serangga yang hinggap di ranting ketinggian 1-2 meter dari permukaan air. Maka pemeliharaan dalam akuarium harus ditutup dengan baik (Sudarto, 2003)
Bentuk dan penampilan arwana termasuk cantik dan unik. Tubuhnya memanjang, ramping, dan “stream line”, dengan gerakan renang sangat anggun. Arwana di alam mempunyai variasi warna. Pada bibir bawahnya terdapat dua buah sungut yang berfungsi sebagai sensor getar untuk mengetahui posisi mangsa di permukaan air. Sungut ini termasuk dalam kriteria penilaian keindahan ikan arwana (Anonymous, 2009).
Sisik arwana dibagi menjadi 6 level (tingkat/baris) yang mulai dihitung dari arah badan bagian bawah ke atas.  Level atau baris sisik pertama terdapat pada bagian perut, baris sisik yang terletak di atas perut di sebut level kedua, demikian seterusnya hingga level 6 yang berada pada bagian paling atas (punggung). Pembagian level sisik ini dapat dilihat pada Gambar 3 (di atas). Level/Baris sisik ini sangat penting dalam menentukan kualitas arwana. Ciri unik lainnya dari arwana adalah adanya semacam pelat tulang yang ditumbuhi gigi dan terletak di lantai bawah mulut. Pelat tulang ini berbentuk seperti lidah, sehingga arwana seringkali disebut sebagai ikan berlidah tulang (bonytongue fish) (Anonymous, 2005).
2.  Habitat dan Penyebaran
Habitat ikan ini pada tepian sungai yang ditumbuhi pepohonan seperti pohon engkana, putat, rasau, dan entangis, dimana pepohonan tersebut memiliki akar di dasar sungai dengan batang pohon di dalam air, tetapi daun-daunnya rimbun ke atas. Di habitat seperti inilah ikan-ikan arwana berada, berkembang biak, dan bersembunyi (Anonymous, 2009).
Arwana termasuk ikan karnivor yang mendiami habitat sungai dan danau berair tenang. Kadang-kala juga ditemukan di riam yang berarus kuat. Daerah tepian sungai yang ditumbuhi banyak pohon hutan dengan akar yang terjulur di dalam air dan dedaunan yang rimbun di atasnya, menjadi habitat favorit bagi Arwana. Habitat tersebut umumnya menyediakan banyak makanan dan daerah perlindungan yang baik (Anonymous, 2009).
3.  Pakan
Arwana adalah termasuk ikan jenis predator. Maka tidak heran jika arwana juga bisa memakan sesama ikan seprti ikan komet, ikan mas dan ikan-ikan kecil lainnya yang ukurannya lebih kecil darinya dan memiliki tubuh memanjang, lunak dan tidak berduri. Arwana juga memakan jangkrik, udang tawar, kodok, kelabang, kadal, belalang, ulat dan cicak. Jika memberikan pakan jangkrik, usahakan agar kakinya yang berduri dan tajam dipotong terlebih dulu. Gunanya agar tidak melukai mulut dan/ organ perut. Begitu juga halnya jika memberi belalang (Anonymous, 2009).
Udang tawar di buang terlebih dulu bagian kepalanya. Anda bisa mengganti udang tawar dengan udang pasar. Buang bagian-bagian yang tajam seperti kepala dan kulit sampai ekor. Potong udang pasar menjadi beberapa bagian, Jika masih ada sisa, dapat dimasukan kembali ke dalam lemari es/freezer. Udang sangat baik untuk pertumbuhan warna. Namun juga banyak mengandung bakteri jika membusuk. Jadi, jika tidak dimakan oleh arwana harus cepat-cepat diangkat dari dari dalam aquarium. Untuk udang pasar, jangan dibiarkan meleleh dan berapa diluar lemari es terlalu lama (Susanto, 2008).
Jika memberikan arwana pakan berupa ikan, pastikan ikan tersebut tidak sakit, baik itu sakit internal mau pun external berupa jamur, dll. Sebelum diberikan pun sebaiknya ikan dibuat pingsan terlebih dulu dengan membanting ikan tersebut di meja/lantai. Memang berkesan sadis, namun jika tidak akan terjadi kejar mengejar yang bisa menyebabkan arwana menabrak-nabrak kaca yang bisa menyebabkan rusaknya sisik, sirip, ekor atau patahnya sungut. Bahanya lagi jika arwana menabrak heater/pemanas sampai pecah yang bisa menyebabkan masuknya aliran listrik langsung ke air atau menabrak dinding aquarium sehingga kaca menjadi retak dan pecah (Susanto, 2008).
Untuk arwana usia muda, ukuran 10-15 cm, berikan pakan berupa ulat hongkong yang di kombinasi dengan jangkrik muda berukuran tidak lebih dari 1 cm. Pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari, yaitu pagi, siang dan malam. Jangan memberi makan terlalu banyak, cukup 3-4 ekor ulat dan 1 ekor jangkrik jangkrik setiap kali makan agar pencernaan bekerja normal. Arwana ukuran kecil cenderung lebih rakus. Maka jika makanan yang diberikan tidak dikontrol dapat terjadi arwana tersedak / makanan dimuntahkan lagi / kerusakan pada pencernaan (Susanto, 2008).
4.  Penyakit dan Penanggulangan
            Penyakit Gigit Ekor, Sebelum menderita penyakit ini biasanya arwana akan menunjukan perilaku yang lain daripada biasanya. Arwana akan kelihatan gelisah dengan berenang hilir mudik kesana kemari. Beberapa hari kemudian sirip ekor akan robek-robek selaputnya sehingga mirip sisir dan yang tertinggal hanyalah jari-jari siripnya. Gejala ini mulanya hanya kecil lalu akan bertambah panjang dan tidak jarang sebagian dari jari sirip itu akan hilang. Sebelum menderita penyakit ini biasanya arwana akan menunjukan perilaku yang lain daripada biasanya. Arwana akan kelihatan gelisah dengan berenang hilir mudik kesana kemari. Beberapa hari kemudian sirip ekor akan robek-robek selaputnya sehingga mirip sisir dan yang tertinggal hanyalah jari-jari siripnya. Gejala ini mulanya hanya kecil lalu akan bertambah panjang dan tidak jarang sebagian dari jari sirip itu akan hilang. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh sejenis parasit yang menempel pada ekor arwana dan menyebabkan rasa gatal yang tidak tertahankan. Arwana berusaha mengatasinya dengan cara berenang hilir mudik dan menggigiti ekornya sehingga tampak compang-camping (Anonymous, 2005).
            Pengobatan penyakit ini tergolong mudah. Pindahkan Arwana ke dalam aquarium lain yang bersih (steril) dan sudah diisi dengan air yang memenuhi syarat. Masukan sekitar 20 tetes obat Tropical Fish Medicine dan biarkan arwana tetap di dalamnya selama beberapa hari. Jangan lupa membersihkan aquarium yang satunya agar nantinya arwana bisa menempati kembali tanpa khawatir terjangkit lagi (Anonymous, 2005).
Tutup Insang Melengkung, Arwana Yang Mati Karena Penyakit Insang
Sering kita lihat tutup insang arwana melengkung keluar, sehingga sebagian insangnya kelihatan. Arwana dengan kondisi seperti ini tentu tidak sedap dipandang. Ikan Arwana yang satu ini mati karena penyakit insang, dengan ciri-ciri insang ikan berubah menjadi hitam (Anonymous, 2005).
Penyebab penyakit ini bermacam-macam, yang pertama disebabkan kualitas air dalam aquarium yang tidak memenuhi standar terutama suhunya. Aquarium yang terlalu dingin atau tidak hangat bisa mendorong ikan arwana terkena penyakit ini. Penyebab lainnya adalah pemberian obat-obatan yang kelewat dosis, serangan sejenis bakteri, atau karena air dalam aquarium rendah kandungan oksigennya. Hal ini dapat dijelaskan karena air yang mempunyai kandungan oksigen yang rendah akan llebih sering membuat arwana membuka dan menutup insangnya. Gerakan itu sering tidak sempurna. Artinya sebelum tutup insang benar-benarmenutup, keburu dibuka lagi untuk menghirup sedalam-dalamnya air untuk memenuhi tuntutan oksigen. Dari gerakan yang tidak sempurna ini kemudian tutup insang arwana tetap terbuka dan tubuhnya tidak normal. Untuk mencegahnya agar menjaga kandungan oksigen dalam air tetap tinggi diatasi dengan memberikan cukup aerasi pada aquarium. Jika perlu aerator diganti dengan tenaga yang lebih besar. Kemudian tidak lupa menjaga keseluruhan kualitas air tetap primasehingga tetap layak dihuni oleh arwana (Anonymous, 2005).
Pensuplyan O2 Murni, Teknik pengobatan ikan Arwana, salah satunya adalah dengan menjepit ikan yang sakit diantara dua penjepit kaca didalam ember, dan men-supply oksigen murni langsung kearah insangnya. Jika tutup insang yang melengkung ini belum terlalu parah maka bisa diperbaiki dengan jalan melakukan operasi kecil pada tepi tutup insangnya (Anonymous, 2005).
5.  Parameter Kualitas Air
Setiap hari diwajibkan mengontrol suhu dan pH air. adapun suhu air ideal bagi ikan arwana sekitar 25-27 derajat celcius. andaikata suhu air dingin, segera nyalakan heater hingga suhu air sesuai kebutuhan. sedangkan pH yang dikehendaki sekitar 6-8,5. andaikata pH terlalu rendah, maka tambahkan kapur ke dalam akuarium (Anonymous, 2009).
 Selain itu, sanitasi air perlu diperhatikan pula, silakan mengobati air akuarium dรฉngan malachite green, dรฉngan frekuensi 3 minggu sekali.
dan jangan lupa, air akuarium juga diganti. namun pergantian air dipilahkan menjadi dua, yakni:
(a) pergantian air secara reguler setiap 2 hari sekali dengan volume 10% dari seluruh volume air akuarium.
(b) total pergantian air dilakukan setiap 3 bulan sekali. jika anda menggunakan air pam, sebaiknya dibiarkan 24 jam terlebih dahulu agar kandungan khlor mengendap, dan setelah itu bisa dimasukkan ke dalam akuarium (Anonymous, 2009).
Pengukuran kualitas air (suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, amoniak, amonium sulfat, nitrit, nitrat, chlorin, dsb) dilakukan dengan menggunakan termometer untuk suhu, refractometer untuk mengukur salinitas, pH meter untuk mengukur pH, DO meter untuk mengukur oksigen terlarut dan water quality test kit untuk mengukur kualitas air lainnya disesuaikan dengan petunjuk kerja dari masing-masing alat yang digunakan. Frekuensi pengukuran dilakukan minimal dua kali seminggu (Ditjen Perikanan Budidaya, 2002).
a. Suhu
Suhu merupakan salah satu faktor penting yang harusdijaga agar tidak melewati batas maksimum dan minimum. Suhuair yang terlalu tinggi akan mempengaruhi komposisi kimiawi air,kenaikan suhu air dapat mengakibatkan menurunnya jumlahoksigen terlarut sehingga kehidupan biota air dapat terganggu(Fardiaz, 1992). Peningkatan suhu dapat menyebabkanpenurunan kelarutan gas dalam air, misalnya gas O2, CO2, N2 dan CH4. Suhu air sangat mempengarhi nafsu makan pada ikan.Peningkatan suhu juga menyebabkan Peningkatan kecepatanmetabolisme dan respirasi ikan dan mengakibatkan peningkatankonsumsi oksigen.Temperatur yang sosok untuk mengkonsumsipakan adalah berkisar antara 15-30 oC (Effendi, 2003).                                               Arwana direkomendasikan untuk diperlihara pada selang suhu 26 - 30°C. Seperti halnya jenis ikan yang lain, hindari terjadinyaperubahan suhu mendadak. Perubahan suhu mendadak dapatmenyebabkan shock pada ikan yang bersangkutan, dan dapatmemicu berbagai masalah. Suhu terlalu tinggi untuk jangkawaktu lama diketahui dapat menyebabkan tutup insangmenggulung, hal ini tentu akan sangat menggangggu keindahanikan tersebut (Purwakusuma, 2007).
b. Derajat Keasaman (pH)
pH merupakan suatu ekpresi dari konsentrasi ion hidrogen (H+) di dalam air.  Besarannya dinyatakan dalam minus logaritma dari konsentrasi ion H. Sebagai contoh, kalau ada pernyataan pH 6, itu artinya konsentrasi H dalam air tersebut adalah 0.000001 bagian dari total larutan. Karena untuk menuliskan 0.000001 (bayangkan kalau pH 14) terlalu panjang maka orang melogaritmakan angka tersebut sehingga manjadi -6.  Tetapi karena ada tanda - (negatif) dibelakang angka tersebut, yang dinilai kurang praktis, maka orang mengalikannya lagi dengan tanda - (minus) sehingga diperoleh angka positif 6. Oleh karena itu, pH diartikan sebagai "-(minus) logaritma dari konsenstrasi ion H". Yang perlu diperhatikan adalah bahwa selisih satu satuan angka pH itu artinya perbedaan kosentrasinya adalah 10 kali lipat.  Dengan demikian, apabila selisih angkanya adalah 2 maka perbedaan konsentrasinya adalah 10x10 = 100 kali lipat. Sebagai contoh pH 5 menunjukkan konsentrasi H sebanyak 0.00001  atau 1/100000 (seperseratus ribu) sedangkan pH 6 = 0.000001 atau 1/1000000 (sepersejuta) (Sachlan, 1987).
Dengan demikian kalau kita menurunkan pH dari 6 ke 5 artinya kita meningkatkan kepekatan ion H+ sebanyak 10 kali lipat.  Kalau kita misalkan pH itu gula, maka dengan menurunkan pH dari 6 ke 5, sama artinya bahwa larutan tersebut sekarang 10 kali lebih manis dari pada sebelumnya (Sachlan, 1987).
Tidak semua mahluk bisa bertahan terhadap perubahan nilai pH, untuk itu alam telah menyediakan mekanisma yang unik agar perubahan tidak tidak terjadi atau terjadi tetapi dengan cara perlahan. sistem pertahanan ini dikenal sebagai kapasitas pem-buffer-an. pH sangat penting sebagai parameter kualitas air karena ia mengontrol tipe dan laju kecepatan reaksi beberapa bahan di dalam air.  Selain itu ikan dan mahluk-mahluk akuatik lainnya hidup pada selang pH tertentu, sehingga dengan diketahuinya nilai pH maka kita akan tahu apakah air tersebut sesuai atau tidak untuk menunjang kehidupan mereka (Sachlan, 1987).
Besaran pH berkisar dari 0 (sangat asam) sampai dengan 14 (sangat basa/alkalis). Nilai pH kurang dari 7 menunjukkan lingkungan yang masam sedangkan nilai diatas 7 menunjukkan lingkungan yang basa (alkalin).  Sedangkan pH = 7 disebut sebagai netral. Fluktuasi pH air sangat di tentukan oleh alkalinitas air tersebut. Apabila alkalinitasnya tinggi maka air tersebut akan mudah mengembalikan pH-nya ke nilai semula, dari setiap "gangguan" terhadap pengubahan pH. Dengan demikian kunci dari penurunan pH terletak pada penanganan alkalinitas  dan tingkat kesadahan air. Apabila hal ini telah dikuasai maka penurunan pH akan lebih mudah dilakukan (Sachlan, 1987).
c. Oksigen Terlarut (DO)
Menurut Sahri (2006), bahwa oksigen terlarut merupakanpenentu kualitas air dari suatu perairan dan sangat dibutuhkandalam proses respirasi dari organisme perairan sedangkansumber dari oksigen terlarut adalah dari difusi O2
di udara kedalam air, air hujan, serta fotosintesis. Kadar oksigen terlarut yang berfluktuasi secara harian danmusiman, tergantung pada pencampuran dan pegerakan massa air, aktifitas fotosintesis, respirasi, dan limbah (effluent) yang masuk ke air. Menurut PP no 82 tahun 2001Oksigen terlarut yang baik bagi biota air tawar yaitu > 3 mg/L.





                                                    METODELOGI          
1. Waktu dan Tempat                                                                                                
Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan di Balai Budidaya Air Tawar (BBAT), Jl. Bumi perkemahan Pramuka, Desa Sungai Gelam, Kec. Sei Gelam Kab. Muoro Jambi, Provinsi Jambi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2012 sampai dengan 14 agustus 2012.
2.  Alat dan Bahan
            Peralatan yang digunakan adalah akuarium berukuran P60 cm x L50cm, gayung, serok halus, peralatan siphon, aerasi, Stabilizer (Anestesi) , alat kualitas air (thermometer, kertas pH), alat sampling; mistar, timbangan digital, baskom.
Bahan yang digunakan dalam pembesaran ikan arwana ini adalah benih atau calon induk  arwana, pakan jangkrik (Gryllus assimillis), anak ikan berukuran kecil dan bahan lainnya.
3.  Metode Praktek Lapang
Kegiatan praktek lapang meliputi pengumpulan data primer dan data sekunder  yang di  peroleh  dengan cara :
v  Mengikuti dan melaksanakan secara langsung seluruh kegiatan pembesaran yang di laksanakan oleh pihak Balai.
v  Observasi (pengamatan) terhadap kegiatan pembesaran ikan arwana yang di laksanakan oleh pihak Balai.
v  Diskusi dengan pimpinan operasional, teknisi lapangan dan staf pegawai setempat serta pihak lain yang terkait.
v  Studi pustaka untuk menambah informasi dengan mencari keterangan ilmiah  dan literatur yang setara dengan teknis dan kendala yang di  hadapi dalam pembesaran ikan arwana silver.
5. Metode Kerja
a. Persiapan
Wadah yang digunakan untuk pembesaran ikan arwana di hatcrey berukuran  P60 cm x L50cm dengan ketinggian air 20cm, calon induk dipelihara secara terpisah dalam satu ekor satu akuarium.
b. Pemeliharaan Benih atau Calon Induk (Pembesaraan)
Pembesaran di akuarium dilakukan dari larva lepas kuning telur berumur 2 tahun. Benih arwana dipelihara secara terpisah (1 ekor per akuarium). Agar ikan tidak melompat keluar akurium ditutup dengan jaring penutup. Pakan yang diberikan selama pemeliharaan anak ikan, Notenecta sp, jangkrik (Gryllus assimillis),  atau ulat hongkong (Tenebrio millitor) yang diberikan secara ad sattiation, frekuensi pemberian pakan dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari. Untuk Pengantian air dilakukan seminggu sekali (pergantian air total 80%) dan untuk penyiponan dilakukan dua hari sekali.
Setelah berumur ± 2 tahun atau berukuran  ± 20-30 cm arwana dipindah ke bak beton berfilter atau ke kolam, pakan yang diberikan untuk kolam atau bak beton adalah ikan rucah.
c. Pengamatan Pertumbuhan Ikan
            Pengukuran panjang dan berat di lakukan setiap sebulan sekali dengan cara mengambil sempel sebanyak 10 ekor calon induk untuk diukur panjang standar panjang total dengan menggunakan mistar, dan beratnya menggunakan timbangan digital, sebelumnya ikan di anestesi (pembiusan) terlebih dahulu dengan menggunakan cairan stabilizer dengan dosis 1 ml / liter air, setelah itu ikan disadarkan terlebih dahulu dan baru dimasukan ke akuarium.
d. Pengukuran Kualitas Air
            Pengukuran kualitas air dilakukan satu bulan sekali (Suhu, pH, DO)
e. Pemantauan Kesehatan Ikan
Di BBAT Jambi, Pemantauan kesehatan ikan dilakukan oleh tim ahli atau staf Lab Uji khusus di BBAT Jambi dan dilakukan setiap sebulan sekali.


HASIL DAN PEMBAHASAN


1.  Keadaan Umum BBAT Jambi
a. Lokasi BBAT Jambi
Balai Budidaya Air Tawar Jambi berlokasi di Desa Sungai Gelam, Kecamatan Sei Gelam, Kabupaten Muaro Jambi ± 30 km ke arah Timur dari Kota Jambi. Balai Budidaya Air Tawar Jambi merupakan Daerah Tingkat I yang terletak membujur dari Pantai Timur ke arah Barat pertengahan Pulau Sumatera yaitu 0045’-2045’ Lintang Selatan dan antara 1010-104055’ Bujur Timur.
Luas areal Balai Budidaya Air Tawar Jambi adalah 20 ha yang terdiri dari 4,8 ha areal perkolaman, 3,35 ha waduk/reservoar, dan 11,85 ha daratan yang sebagian besar dipergunakan untuk perkantoran, asrama pelatihan, mess pegawai serta sarana penunjang lainnya. Sumber air perkolaman berasal dari resapan air disekitar Balai Budidaya Air Tawar Jambi yang ditampung dalam tiga buah waduk.
b. Sejarah Berdirinya BBAT Jambi
            Untuk menunjang pelaksanaan program pembangunan dan peningkatan produksi perikanan di Indonesia sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 346/kpst/OT.210/5/94 tanggal 6 Mei 1994, maka dibentuklah Loka Budidaya Air Tawar Jambi yang berstatus Eselon IV, dengan wilayah kerja meliputi Indonesia Barat.  Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Eksploitasi Laut dan Perikanan Nomor : 66 tahun 2000 tanggal 31 Juli 2000 terjadi perubahan struktur organisasi Loka Budidaya Air Tawar Jambi.  Sesuai perkembangannya, pada tanggal 1 Mei 2000 Loka Budidaya Air Tawar Jambi berubah menjadi Balai Budidaya Air Tawar Jambi yang berstatus eselon III, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor : KEP.26
E/MEN/2001.

Gambar 2. Kantor Pusat BBAT Jambi
Balai Budidaya Air Tawar Jambi merupakan Unit Pelaksana Teknis Departemen Kelautan dan Perikanan di bidang Budidaya Air Tawar yang berada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, dengan wilayah kerja meliputi Pulau Sumatera dan Kalimantan.
c.  Struktur Organisasi
            Berdasarkan PERMEN   Kelautan dan Perikanan   Nomor : PER 09/MEN/2006 tanggal  12 Januari 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Budidaya Air Tawar, struktur organisasi BBAT Jambi terdiri atas:
a.       Kepala Balai
b.      Sub Bagian Tata Usaha
c.       Seksi Pelayanan Teknik
d.      Seksi Standardisasi Dan Informasi
e.       Kelompok Jabatan Fungsional
Dalam menjalankan tugasnya Balai Budidaya Air Tawar Jambi dipimpin oleh seorang kepala dan dibantu oleh Kasubbag, Kasi dan Kelompok Jabatan Fungsional. Berikut adalah uraian tugas dari masing-masing seksi dalam struktur organisasi mengacu pada PERMEN Kelautan dan Perikanan No : 09/MEN/2006 :
v Sub Bagian Tata Usaha :
Mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana, program, dan anggaran, pengelolaan administrasi keuangan, kepegawaian, jabatan fungsional, persuratan, barang kekayaan milik negara dan rumah tangga, serta evaluasi dan pelaporan
v Seksi Pelayanan Teknik :
Mempunyai tugas melakukan pelayanan teknik kegiatan pengembangan, penerapan, serta pengawasan teknik perbenihan dan pembudidayaan ikan air tawar
v Seksi Standardisasi dan Informasi :
Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan standar teknik dan pengawasan perbenihan dan pembudidayaan ikan air tawar, dan pengendalian hama dan penyakit ikan, lingkungan, sumberdaya induk dan benih ikan air tawar, serta pengelolaan jaringan informasi dan perpustakaan
v Kelompok Jabatan Fungsional :
Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan perekayasaan, pengujian, penerapan bimbingan penerapan standar/sertifikasi perbenihan dan pembudidayaan ikan air tawar, pengendalian hama dan penyakit ikan, pengawasan benih/budidaya dan penyuluhan serta kegiatan lain yang sesuai dengan tugas masing-masing jabatan fungsional berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pada kelompok jabatan fungsional ini dibagi dalam tiga kelompok besar yaitu:
1.            Kelompok Ikan Domestik
2.            Kelompok Ikan Cyclid
3.            Kelompok  Ikan Catfish
4.            ­­­Kelompok  Nutrisi, Kesehatan Ikan dan Lingkungan
d. Sarana
            Dalam mendukung semua kegiatan di BBAT Jambi, maka Balai dilengkapi dengan sarana dan prasarana diantaranya:
e. Hatchery
            Hatchery yang dimiliki oleh BBAT Jambi terdiri atas:
  1. Hatchery 1 ( Patin Siam, Lele, baung)
  2. Hatchery 2 (Nila)
  3. Hatchery 3 (Jelawat)
  4. Hatchery Ikan Hias (Gurami, Arwana)
  5. Hatchery Nila
f. Perkolaman
Perkolaman ini digunakan untuk kegiatan pendederan, pembesaran, pemeliharaan induk serta untuk kegiatan perekayasaan. Kolam yang ada di BBAT Jambi terdiri dari : kolam Induk 600 m (10 buah), kolam pendederan 500 m2 (13 buah) dan ukuran  250 m2 (28 buah), kolam pembesaran 1500 m2 (9 buah) dan ukuran 500 m2 (18 buah), kolam induk ikan hias 50 m2  (4 buah), bak nila 56  buah, bak pakan alami 5 ton (12 unit) 30 ton (7 unit),dan keramba jaring apung  sebanyak 60 unit.
g. Laboratorium
            Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan BBAT Jambi merupakan salah satu laboratorium yang telah menerapkan Good Laboratory Practice serta dokumen Sistem Manajemen Mutu berdasarkan ISO/ICE 17025:2005.Laborrtorium ini telah TERAKREDITASI oleh komite Akreditasi Nasional (KAN) sejak Juni 2011 dengan nama Laboratorium Penguji BBAT Jambi dengan Nomor : LP-519-IDN. Keberadaan Laboratorium Pengujian BBAT Jambi Merupakan salah satu komitmen dari BBAT Jambi, DJPB-KKP dan memberikan pelayanan kepada masyarakat luas dalam pengujian sampel ikan/ air/pakan
            Kegiatan pengujian yang dapat dilakukan di laboratorium Pengujian BBAT Jambi antara Lain:
1.      Pengujian Virus
Pengujian Virologi, diagnosis KHV secara PCR
Peengujian Genetik, deteksi gen/alel anti KHV secara PCR
2.   Pengujian Parasit
Jenis parasit yang dapat diidentifikasi antara lain: argulus sp, chillodonella sp, centrocescus sp, Dactylogyrus sp, Epistylis sp, Ichthyophthirius multifiliis, Lernea sp, Glochidium sp, Gyrodactylus sp, Heneguya sp, Myxobolus sp, Oodinium sp, Trichordina sp.
3.  Pengujian Bakteri
A)     Identifikasi bakteri pathogen, antara lain: Edwardsiella ictaluri, Aeromonas hydrophila, Pseudomonas sp, Streptococcus sp, Flavobacterium sp, Vibrio, sp, dll
B)     Penghitungan Angka Lempeng Total Bakteri (ALT) dan Angka Lempeng  Total Bakteri Vibrio (TBV)
4. Analisa Proksimat
   Meliputi kadar lemak, kadar air, kadar abu, kadar protein dan serat kasar.
5. Pengujian Kualitas Air
Meliputi suhu, pH, Oksigen terlarut, Salinitas, Alkalinitas, Kesadahan, Amoniak, Nitrat, Nitrit, Fosfat, Total Nitrogen, TOM, COD, Turbiditas, dll
6. Pengujian Logam Berat dan Residu Antibiotik
Pengujian Logam Berat
Meliputi Kalium (ca), Cadmiun (cd), Copper (Cu), Magnesium (Mg), Mangan (Mn), Fe, Timbal/Lead (Pb), Natrium/Sodium (Na), Kalium/pottasium (K) Zinc (Zn), Total Mercury (Hg).
Pengujian Residu Antibiotik
Meliputi; Chloramphenicol, Oxytetracycline, Nitrofuran (AOZ) dan Nittrofuran (AMOZ).
h. Jaringan Listrik
            Kapasitas terpasang jaringan listrik yang ada di BBAT Jambi sebesar 60 KVA berasal dari PLN Rayon Kota Baru Jambi. Untuk menanggulangi terjadinya ganguan pemadaman listrik dari PLN maka disiapkan juga Generator Set (Genset) sebanyak 3 unit dengan kapasitas masing-masing 60 KVA (1 unit) , 150 KVA (1 unit) ,20 KVA (1 unit) dan 40 KVA (1 unit)
i. Gedung
             Gedung yang dimiliki BBAT Jambi terdiri atas: gedung perkantoran 240 m2, aula 170 m2, Gedung Pejabat Fungsional 120 m2, perpustakaan 100 m2, asrama 4 kopel (3 kopel @ 90 m2, ),  1 kopel 100 m2, mess operator tipe 21 (7 unit), tipe 45 (18 unit), tipe 70 ( 5 unit), tipe 36 (10 unit) dan bangunan gudang (5 unit).
j. Visi dan Misi BBAT Jambi
Adapun visi dari BBAT Jambi yaitu Indonesia penghasil produk kelautan dan perikanan terbesar di dunia 2015                                                                Adapun misi dari BBAT Jambi adalah Mensejahterakan masyarakat kelautan dan perikanan.
k. Tujuan dan Sasaran
a. Tujuan
Menerapkan pengembangan teknologi budidaya air tawar yang sederhana, efisien dan berwawasan lingkungan.
v  Menyediakan teknologi adaptif dan inovatif.
v  Menyediakan benih dan induk bermutu.
v  Meningkatkan profesionalisme SDM Kelautan dan Perikanan.
v  Melestarikan sumber daya perikanan.                                    
b. Sasaran
v  Tersedianya paket teknologi adaptif dan inovatif.
v  Tersedianya benih dan induk yang bermutu.
v  Tersedianya SDM Kelautan dan Perikanan yang profesionalisme.
v  Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pelestarian plasma nutfah.
2.  Pembesaran Ikan Arwana
a.  Persiapan
Sebagai ikan hias, arwana dapat dipelihara dalam akuarium. Secara umum, semakin besar ukuran akuarium akan semakin baik, karena arwana memerlukan ruang gerak yang cukup luas, di BBAT Jambi wadah yang digunakan untuk pembesaran ikan arwana di hatchery akuarium berukuran panjang  60 x lebar 50 cm dengan ketinggian air 20 – 25 cm. Benih dipelihara secara terpisah dalam satu ekor satu akuarium setelah jadi induk baru dipindah ke kolam bak beton dan wadah kolam atau bak beton yang berukuran 550 m2. (Gambar. 3 )


Gambar 3. Wadah Akuarium dan Kolam Bak Beton
b. Pemeliharaan Benih (Pembesaraan)
Pembesaran ikan arwana di BBAT Jambi ada dua tahapan yaitu di akuarium dilakukan dari larva lepas kuning telur dan sampai berumur 2 tahun. Benih arwana dipelihara secara terpisah (1 ekor per akuarium). Agar ikan tidak melompat keluar akurium ditutup dengan jaring penutup. Pakan yang diberikan selama pemeliharaan adalah anak ikan kecil, jangkrik (Gryllus assimillis),  atau ulat hongkong (Tenebrio millitor), frekuensi pemberian pakan dua kali sehari yaitu pagi pukul 09:00 Wib dan sore hari pada pukul 17:00 Wib. Untuk Pengantian air dilakukan seminggu sekali (pergantian air total 80% guna untuk menetralkan air ) dan untuk penyiponan dilakukan dua hari sekali.
 Gambar 4. Pemeliharaan Secara Terpisah dan Akuarium ditutup

Gambar 5. Jangkrik (Gryllus assimillis) dan Ulat Hongkon (Tenebrio millitor)
 Setelah berumur ± 2 tahun atau berukuran  ± 20-30 cm arwana dipindah ke bak beton berfilter atau ke kolam, pakan yang diberikan untuk kolam atau bak beton adalah ikan rucah.

c. Pengamatan Pertumbuhan Ikan
Pengamatan pertumbuhan arwana di BBAT Jambi dengan cara sampling,  panjang bobot dan berat di lakukan setiap sebulan sekali dengan cara mengambil sempel sebanyak 10 ekor benih untuk diukur panjang standar (SL),  panjang total (TL) dengan menggunakan mistar, dan beratnya menggunakan timbangan digital, sebelumnya ikan di anestesi (pembiusan) terlebih dahulu dengan menggunakan cairan stabilizer dengan dosis 1 ml / liter air, setelah itu ikan disadarkan terlebih dahulu dan baru dikembalikan keakuarium.

Grafik 1. Panjang Standar/SL Calon Induk Arwan
Grafik 2. Panjang Total/TL Calon Induk Arwan
 Grafik 3. Berat/BW Calon Induk Arwan

d. Pengukuran Kualitas Air
            Selain pemberian pakan, faktor yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga kualitas air sebagai media arwana agar tetap optimal untuk tumbuh dan berkembang. Kualitas air dipengaruji oleh berbagai faktor baik fisik maupun kimia seperti pH, Suhu dan DO. Untuk menjaga kualitas air yang berada di wadah pemeliharaan tetap baik, maka dilakukan pergantian air secara rutin setelah penyiponan. Adapun parameter kualitas air pada pembesaran arwana dapat dilihat pada Tabel dibawah.
Tabel 3. Hasil Pengukuran Parameter Kualiatas Air
Parameter
Kisaran
pH
Suhu (oC)
DO (ppm)
7,0 – 7,7
24 – 27
3,0 – 4,2
Menurut Sudarto (2009), kualitas air media Teknik Pembesaran Calon Induk Ikan Arwana (Scleropages formosus) yang baik adalah pH 7.0-7.7, Suhu 24-27 oC dan DO 3.0-4.2ppm.
e. Pemantauan Kesehatan Ikan
            Penyakit pada arwana dapat disebabkan oleh faktor infeksi dan non infeksi. Pada umumnya, penyakit yang sering terjadi di BBAT Jambi disebabkan oleh faktor non infeksi, yaitu lingkungan.                                                                       Faktor lingkungan ini erat kaitannya dengan masalah kualitas air. Kualitas air yang mempengaruhi arwana antara lain suhu, pH dan DO. Gejala yang sering timbul karena faktor lingkungan, yaitu bakteri atau virus menempel pada ikan, lalu ikan mati dengan kondisi insang pucat, produksi lendir yang banyak. Untuk penanggulangan ikan yang diserang penyakit atau bakteri dilakukan oleh tim khusus yang ada di BBAT Jambi.


KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil Praktek Kerja Lapang tentang Teknik Pembesaran Calon Induk Ikan Arwana (Scleropages formosus) di Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Provinsi Jambi, maka dapat diambil keputusan sebagai berikut :
a.             Pembesaran calon induk ikan Arwana pada Praktek Kerja Lapang ini dipelihara didalam akuarium yang berukuran P60 cm x L50cm dengan ketinggian air 20cm, yang dilengkapi dengan aerator.
b.            Tingkat kelulusan hidup (SR) calon induk arwana mencapai 100% pada akhir praktek kerja lapang.
c.             Pembesaran calon induk ikan arwana sangat baik dilakukan dengan padat tebar 1 ekor per akuarium.
d.            Kendala yang sering terjadi yaitu sangat mudah diserang bakteri, karena tubuh ikan terdapat luka yang disebabkan kurangnya pemantauan perawatan.
e.             Di BBAT Jambi, Pemantauan kesehatan ikan dilakukan oleh tim ahli atau staf Lab Uji khusus di BBAT Jambi dan dilakukan setiap sebulan sekali.
f.             Untuk pengukuran kualitas air yaitu suhu 25-27 OC, pH 7-7.7 dan DO 3.0-4.3ppm


2.      Saran
              Diharapkan kepada semua anak perikanan khususnya yang di Provinsi Aceh, agar mencoba untuk membudidayakan ikan arwana, karena Ikan arwana merupakan salah satu komoditas ikan hias air tawar yang bernilai ekonomis tinggi dan banyak diminati oleh konsumen dalam negeri maupun luar negeri dengan harga yang relatif mahal.
              Diharapkan kepada pembudidaya yang sudah berjalan saat ini agar tidak berhenti dan terus meningkatkan hasil produksinya dengan memperbanyak induk dan benih unggul, seperti yang kita ketahui ketersediaan ikan arwana di daerah kita relatif rendah.

 
DAFTAR PUSTAKA
 .

BBAT Jambi. 2012. Kualitas Air Arwana Media Pembesaran atau Pemeliharaan. Jambi.
Dealami. 2001. Klasifikasi Dan Morfologi. Penebar Swadaya. Jakarta.
Effendie. 1979. Metode Biologi Perikanan. Yayasan Dwi Sri. Bogor
Harianto. 2009. Buku Pintar Memilih Dan Merawat Arwana. PT. Agro Media Pustaka. Jakarta.
Fardiaz, 1992. Kualitas Air Ikan Arwana. Jakarta: PT. Agromedia Pustaka
Purwakusuma, 2007. Pembesaran Ikan Arwana Pada Akuarium. Jakarta: PT. Agromedia Pustaka
Sudarto. 2003. Ikan Siluk Arwana Indonesia. Kanisius. Yogyakarta.
Susanto. 2008. Panduan Memelihara Arwana. Penebar Swadaya. Jakarta.
Sachlan, 1987. Budidaya Ikan Arwana. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.


DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Denah lokasi BBAT Jambi
Lampiran 2. Sertifikat Praktek Kerja Lapang (PKL)

Oleh: Awan, Follow Twitter @AquacultureINF1














EVENT

 

© Copyright AQUACULTURE INFORMATION 2010 -2011 | Design by Awan Muis Bentoo | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.