News Update :

(Pasca Banjir Bandang di Padang) Warga Padang Panen Ikan

Jumat, 27 Juli 2012


Padang - Sejumlah petani di Kelurahan Korong Gadang Kecamatan Kuranji, memanen ikan dan hasil tanamannya, Jumat (27/7). Banjir bandang yang melanda Kota Padang Selasa sore (24/7) telah membuat bendungan di Gunung Nago jebol yang membuat lima kelurahan di Kecamatan Pauh dan Kuranji menjadi kekeringan, termasuk Kelurahan Korong Gadang.

Johardi (39), salah seorang petani di Kelurahan Korong Gadang mengatakan, sawahnya telah retak-retak kekeringan akibat tiga hari tidak dialiri air. Lagi pula setelah banjir bandang setetes pun sawahnya tidak tersentuh air.

“Sawah saya memang tidak kena terjangan banjir bandang kemarin, namun efek dari kejadian kemarin yang harus saya rasakan. Lihat saja sawah saya kering karena irigasi rusak sehingga air tidak masuk lagi ke sawah,” kata Johardi, Jumat (27/7).

Takut akan mengalami kerugian yang lebih besar, Johardi bersama petani lainnya terpaksa memanen hasil sawahnya. Bahkan padi yang baru menguning dan belum banyak isinya harus dipanen.

“Panen ini kita lakukan karena terpaksa agar tidak merugi lebih besar lagi. lagipula dari segi kualitas padi ini jauh menurun dan harganya juga akan jatuh,” kata Johardi lagi.

Dijelaskannya, mayoritas para petani di Korong Gadang yang sawahnya tidak terkena banjir bandang memanen hasil taninya hari ini. “Untuk sementara, mungkin beberapa petani di sini tidak bercocok tanam dahulu menjelang Bendungan Gunung Nago dan irigasi diperbaiki agar air bisa masuk ke sawah lagi,” tuturnya.

Hal yang sama juga dialami peternak ikan. Terputusnya jaringan irigasi dari bendungan Gunung Nago akibat dihantam banjir bandang menimbulkan bau busuk yang menyengat hidung. Di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh puluhan ton ikan warga mati di kolam-kolam yang tak mendapat pasokan air lagi. Bau bangkai ikan inilah yang menebar di kampung itu.

Syafruddin (59), pensiunan TNI AD, pemilik beberapa kolam ikan, mengaku mengalami kerugian ratusan juta rupiah karena kolamnya hancur dihantam banjir bandang.

“Ikan sudah habis. Mati karena kekeringan akibat jebolnya irigasi. Hanya satu kolam ikan yang berhasil diselamatkan. Dan karena terbatasnya pasokan, isi kolam dilelang dengan harga murah,” kata Syafruddin kepada Haluan.

Dijelaskannya, ia mengembangan usaha kolam ikan ini sejak 10 tahun lalu. Sebagian besar modalnya, berasal dari KUR BRI.

“Saya punya 11 kolam, sekarang tersisa 1 kolam saja. Kerugian saya mencapai 825 ton ikan siap panen, harganya berkisar ratusan juta,” katanya dengan nada rendah.

Di samping itu, warga Lambung Bukik, hal serupa juga dialami warga dan peternak ikan Kampung Pinang, Kuranji, Korong Gadang dan Kalumbuk.

Camat Kuranji Mursalim menyebutkan, ada 100 kepala keluarga yang memiliki usaha kolam ikan yang jumlahnya mencapai ribuan kolam, kini kondisinya kering.

“Warga terpaksa melelang dan menjual murah ikan-ikannya,” kata Mursalim. Masyarakat korban bencana banjir bandang yang menghantam lima kecamatan di Kota Padang masih berkutat dengan kesibukannya membersihkan rumahnya dari lumpur. Sementara pasokan air bersih terbatas. Padahal mereka sangat membutuhkn air, tidak hanya untuk memasak dan mencuci tetapi juga untuk mandi.

Sementara itu, Direktur Darurat BNPB Harmensyah kepada Haluan Jumat (27/7), di Padang menjelaskan, masyarakat tidak boleh terlalu lama terkurung di lokasi bencana yang masih kumuh, terisolir dan kekurangan air bersih. Sebab dikhawatirkan bakal menimbulkan masalah baru, mewabahnya penyakit pascabencana. Sedangkan untuk penanganan logistik, dinilai sudah cukup baik, tidak ada yang kelaparan.

Untuk itu pada masa tanggap darurat ini, pihaknya meminta agar pemerintah daerah setempat segera membantu membersihkan rumah masyarakat yang masih digenangi lumpur dengan melibatkan aparat TNI. Begitu pula untuk pasokan air bersih, pemerintah harus cepat tanggap, jangan menunggu perbaikan intake Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Padang.

Air bersih dapat didistribusikan di titik lokasi yang terpapar bencana menggunakan truk tangki. Bila tidak mencukupi, maka dapat meminjamnya ke kabupaten/kota tetangga. Masyarakat sangat membutuhkan air tidak hanya untuk memasak dan mencuci tetapi juga untuk membersihkan badannya.

“Kita masih menerima keluhan masyarakat yang kekurangan air bersih dan rumahnya masih digenangi lumpur. Untuk itu, kita minta Pemko Padang secepatnya menanganinya, kerahkan truk tangki untuk supplai air bersih. Bila tidak cukup, bisa meminjam truk tangki daerah tetangga,” katanya.

Sedangkan masyarakat yang berada di seberang jembatan yang putus, untuk sementara sudah diatasi dengan membangun jembatan dari pohon kelapa yang disusun. Meski jembatan ini tidak bisa digunakan unruk mengangkut barang, namun setidaknya dapat membantu hingga jembatan darurat dibangun.

Menurut Kepala BPBD Sumbar Yazid Fadhli, bantuan air bersih untuk korban bencana dibantu oleh 6 kabupaten/kota di Sumbar yang mengirimkan truk tangkinya di antaranya Kabupaten Agam, Padang Panjang, Limapuluh Kota dan Solok. Tangki pengangkut air minum disediakan sebanyak 12 tangki. Truk ini didistribusikan di sejumlah titik lokasi bencana.[inilah.com]
Share this Article on :
 

© Copyright AQUACULTURE INFORMATION 2010 -2011 | Design by Awan Muis Bentoo | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.